Sabtu, 30 April 2016

KITA ( Persahabatan )


We Are TRIES Forever...
Untuk kali ini saya bukan untuk nge-post kelanjutan “Reply 2010” tapi nge-post blog baru tentang “ TRIES “ karena sehubungan kelanjutan post Reply 2010  nya hilang dari data notebook saya yang dikarenkan virus yang jumlahnya ratusan dari Flaskdisk teman saya. Jadi sedikit kecewa sih? Tapi tidak masalah nanti di lanjutkan lagi tapi bukan sekarang.
Oleh karena itu di blog baru kali ini akan ngeposting tentang Persahabatan Kita Bertiga yaitu TRIES ( Thesa, Reca dan Imas ). Pasti semua teman – teman punya sahabat baiknya masing – masingkan?? Tapi tidak ada yang se unik kami hehee,, Memang TRIES nama yang di bentuk belum cukup lama bisa dikatakan kurang dari setahun dan kami tidak tahu persis kapan nama tersebut di bentuk tapi kami bertiga menyepakati untuk memperingatinya pada tanggal 18 Mei 2015. Ya tanggal tersebut kami ambil dari tanggal keberangkatan kita Study Tour ke Yogyakarta.
Awal mulanya kami yaitu kami bersekolah di sekolah yang sama. Dulu waktu kelas X SMK saya sekelas sama Reca yang mulai berteman baik gara – gara tepak makan haha... J ya, kami ditemukan dari bermulai dari tepak makan dalam acara latihan kedisiplinan ( kesemaptaan ) dan awal bersahabat baik dengan Thesa yaitu katanya sih Thesa udah kenal saya pas Tapak Suci salah satu eskul beladiri di sekolah tapi saya kurang menyadarinya tapi memang sih, saya juga pernah liat Thesa jika lewat kelas saya karena kelas kami bersebelahan dan saya liat anaknya baik.
Singkat cerita kami sudah kelas XII SMK kami harus melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri ). Saya dan Reca pisah tempat Prakerin tetapi masih satu wilayah tapi Thesa bareng Reca dan sejak itu Reca mengenalkan Thesa dengan Saya. Lama kelamaan kami mulai akrab satu sama lain sampai sekarang.
Lalu awal mulanya TRIES itu ketika saya ngedit foto pas kita bertiga di Grand Palace Hotel Yogyakarta, awalnya Cuma iseng yaitu T.R.I hutuf awal beriga setelah itu, saya berdiskusikan dengan Reca. Dia pun kasih masukan kepada saya untuk menambahkan “ ES “ yang berarti anaknya lebih dari satu dibelakang “TRI”  akhirnya kami bertiga menyetujui keputusan tersebut. Saya berdoa semoga persahabatan kita abadi selamanya ya??? Reca dan Thesa J J  Amiiin J mungkin sekian cerita singkat tentang kami bertiga.
#TRIES #THESA #RECA #IMAS ....

Kamis, 29 Oktober 2015

Replay 2010

chapter 1 :
            Sebutan ser4ngkai untuk kami ber’4 dari teman – teman sekelas kami dulu di SMP yakni : imas, yanti, ida dan maya. Dimana sebutan itu berawal waktu kami kelas 9. Ya begitulah orang memanggil kami “4 Serangkai” mungkin karena kami kemana – mana selalu ber’4 J , ada peristiwa pas kami pelajaran olahraga kami semua siswa 9b berkumpul di lapangan, lalu setelah itu kami pemanasan selanjutnya kami lari dan secara tidak sengaja kami ber’4 berbaris larinya sampe anak – anak memanggil kami “ciye 4 serangkai”. Memang kami berteman sudah cukup lama sekali mungkin hampir 9 tahun kami bersahabat.
            Tapi sebutan “5erangkai” pun bisa sebutan untuk persahabatan kami ada satu teman lagi yakni mila, memang kami ber’4 beda kelas dengannya. Tapi walau kita berbeda kelas tetap setiap kali istirahat kami selalu menyempatkan waktu untuk bersama. Untuk sekedar ngobrol – ngobrol, taya jawab tentang pelajaran atau tentang lainnya. Sampai – sampai kelas 8 kita memilih eskul yang sama yaitu MIPA J padahal kami ber’5 tidak janjian hehehe... mungkin ikatan batin J Yang tidak sengajanya lagi itu terletak di tanggal lahir kami yakni imas (tgl 20), yanti (tgl 28), ida (tgl 25), maya (tgl 8) dan mila (tgl 3) jika disatukan menjadi : 20 + 8 = 28 – 3 = 25 benerkan??? Mungkin tanggal tersebut unik yang tidak semua persahabatan miliki.
            Awalnya kami dipertemukan itu pas kelas 7b imas, ida, maya dan yanti sekelas dan mila 7a. Aku belum sama sekali dengan mereka di semester 1 dan semester 2 baru kenal dekat dengan mereka ber’4 tapi yang pas semester 2 berbeda kelasnya adalah maya, sedangkan kami ber’4 bersama.
            Karena maya beda kelas dengan kita dan kelas kita berjauhan, kami ber’4 imas, mila, ida dan yanti selalu menjemput maya untuk berkumpul bersama kami di samping kelas kami karena disana ada tempat untuk duduk dari batu dan kami menyebutnya taman. Ketawa, bahagia dan sedih bersama tapi sayang keceriaan itu akan sedikit demi sedikit berkurang karena bertambahnya waktu dan akhirnya kami lulus dari SMP.
Cukup lama, tapi kami berpisah setelah di antara kami masing – masing mengambil keputusan untuk meneruskan ke sekolah menengah kejuruan Imas mengambil jurusan Perhotelan, Yanti mengambil jurusan Tkj , Ida dan Mila mengambil jurusan Perkantoran kami berbeda sekolah kecuali ida dan mila tapi sangat disayangkan maya tidak melanjutkan sekolah tetapi ia memutuskan untuk bekerja. Kami ber’4 sedih karena maya tidak melanjutkan sekolah tapi, gimana lagi? Itu sudah menjadi keputusannya. Tapi tenang persahabatan kami tidak akan pernah bubar sampai kapan pun mungkin kita berjauhan seperti ini kita ambil positifnya kami tidak pernah berantem / berbeda pendapat, jadi sekalinya ada moment kita seperti hari libur sekolah atau hari – hari besar (tanggal merah) kami selalu menyempatkan diri untuk berkumpul di rumah ida. Disana kami bercerita tentang kehidupan, masa – masa dulu, ngobrol –ngobrol, pokoknya kaya reunian (rame).
Tunggu Chapter ke-2 nya guys!! :)

Kamis, 22 Oktober 2015

Berbagi Ilmu Walau Sekecil Apapun

            Mungkin judul diatas itu sedikit berbeda tapi memang tidak ada sangkutannya dengan perhotelan dan kepariwisataan, seperti yang biasanya saya post di blog ini. Tapi lebih tepatnya adalah sebuah cerita / pengalaman yang saya hadapi sekarang.
            Ilmu merupakan barang yang sangat berharga bagi kehidupan seseorang, baik itu ilmu agama, ilmu pengetahuan umum maupun pengetahuan sosial. Disini saya akan memberikan contoh dalam kehidupan saya sendiri.
Sebelumnya saya sama sekali tidak menyangka bakal menjadi guru les dadakan anak SD kelas 6 . Ketidaksengajaan tetangga saya yang menyuruh saya untuk mengajari anaknya yang kesulitan mengerjakan tugas sekolahnya (PR), dan setelah itu saya mengajari anak tersebut.
            Dan ternyata awalnya saya hanya disuruh mengajari PR anak tersebut, lalu ibunya menawarkan kepada saya agar saya menajdi guru lesnya. Saya kaget dengan penawaran tersebut, karena saya sadar saya pun masih anak SMK yang masih jauh dibilang guru, yang dimana saya pun masih butuh bimbingan dari guru – guru. Tapi, saya teringat ada sebuat hadist al-qur’an yang artinya “mengamalkan ilmu yang dimilikinya, sehingga ilmunya menjadi ilmu yang bermanfaat, baik manfaat bagi dirinya sendiri, ataupun manfaat bagi orang lain merupakan suatu ibadah” dan saya berharap ilmu yang saya ajarkan kepada anak tersebut itu bermanfaat baginya dan bagi saya serta menjadi ibadah baik bagi saya kelak diakhirat. Amiiin J
            Semoga cerita saya bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi saya sendiri tentang berbagi ilmu pesan saya di blog ini “Berbagilah ilmu kepada orang lain walau sekecil apapun, dan apabila ilmu tersebut diamalkan semoga jadi ibadah dan barokah untuk kita diakhirat”.....
#Amiiin


Minggu, 18 Oktober 2015

Klasifikasi Hotel

        Hotel merupakan tempat tinggal sementara bagi orang - orang yang telah berpegian jauh, rekreasi, ataupun yang mempunyai tujuan khusus seperti bisnis dll.
Hotel sendiri memiliki beberapa klsifikasi yaitu menurut jumlah kamarnya,  dan menurut bintangnya.
1. Klasifikasi menurut jumlah kamarnya :
    a. Small Hotel
        jumlah kamar yang disediakan maksimal 28 kamar.
    b. Medium Hotel
        jumlah kamar yang disediakan 28 - 29 kamar.
    c. Large Hotel
        Jumlah kamar yang disediakan lebih dari 300 kamar.
2. Klasifikasi Hotel menurut bintangnya :
    a. Hotel bintang satu ( * )
       Merupakan jenis hotel yang tergolong kecil karena dikelola oleh pemilik hotel langsung. Biasanya terletak dikawasan yang ramai dan memiliki transfotasi umum yang dekat serta hiburan dengan harga masuk akal dan kriterianya sebagai berikut :
     1. jumlah kamar standard minimal 15 kamar.
     2. kamar mandi didalam
     3. luas kamar standard 20 m2
   b. Hotel bintang dua (**)
       Terletak dilokasi yang mudah dicapai atrinya akses menuju hotel tersebutmudah. Bangunannya tertata bersih dan rapi serta lokasinya bebeas polusi dan kriterianya sebagi berikut :
      1. jmlh kmr standard min. 20 kmr.
      2. kmr suite min. 1 kmr.
      3. kmr mandi didalamnya.
      4. berfasilitas telepon, Tv, dan AC.
      5. hrs ada lobby.
      6. terdpat sarana Olahraga dan rekreasi.
      7. terdapat sarana restaurant
    c. Hotel bintang tiga (***)
       Letak biasanya dekat Tol, Pusat bisnis, dan daerah perbelanjaan. Para karyawannya terlihat bersih, rapi dan profesional dan kriterianya sebagia berikut :
      1. Jmlh kmr standard min. 30 kamar.
      2. jmlah kmr suite 2 kamar.
      3. kamar mandi didalamnya
      4. berfasilitaskan AC, ruang rekreasi,olahraga.
      5. memiliki vallet parking.
    d. Hotel bintang empat (****)
        Termasuk hotel kelas besar dengan para karyawan dan staff nya lebih profesional dalam melayani kolegayang datang. Berikut adalah kriterianya :
       1. memiliki berbagai tipe kamar seperti standard, suite, superior, deluxe, dll.
       2. memilki lobby
       3. memiliki bar
       4. memiliki saran olahraga dan rekreasi
       5. kamar dilengkapi AC,mini bar, instalasi air panas/dingin
     e. Hotel bintang lima (*****)
         Hotel ini merupakan hotel termewah dengan berbagi fasilitas tambahan serta pelayanan multi bahasa yang tersedia. Adapun kriterianya:
       1. memiliki berbagai tipe kamar seperti standard, suite, superior, deluxe,dll
       2. memiliki fasilitas yg lebih unggul di bintang 4
       3. terdapat restaurant dan lobby
       4. terdapat sarana olahraga,vallet parking, conciargedengan pengalaman matang.

Demikian sekilas tentang klasifikasi hotel semoga bermanfaat !

Selasa, 13 Oktober 2015

Fungsi Hotel dan Peran Hotel Dalam Industri Pariwisata

 
 fungsi utama Hotel sebagai sarana akomodasi tempat menginap sementara bagi para tamu yang datang dari berbagai tempat. Namu seiring perkembangan zaman  fungsi hotel tidak hanya sebagai tempat menginap saja, akan tetapi sekarang ini fungsi hotel juga sebagai tempat melakukan pertemuan bisnis, seminar, tempat berlangsungnya pesta pernikahan (resepsi), lokakarya, musyawarah nasional dan kegiatan lainnya. Hotel dijadikan sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan karena memang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang berbagai kegiatan yang dilaksanan oleh para tamu.
Peranan hotel dalam industri pariwisata memang sangat penting, Betapa tidak hotel sebagai sarana akomodasi umum sangat membantu para wisatawan yang sedang berkunjung untuk berwisata dengan jasa penginapan yang disediakan oleh hotel. Hubungan industri perhotelan dan kepariwisataan memiliki kaitan yang erat. Hotel termasuk sarana pokok kepariwisataan (main tourism superstructures) yang berarti hidup dan kehidupannya banyak tergantung pada jumlah wisatawan yang datang. Bila kita umpamakan industri pariwisata itu sebagai suatu bangunan, maka sektor perhotelan merupakan tiangnya.
Sebagai  industri perdagangan yang bergerak dibidang jasa, Pariwisata memiliki mekanisme pengaturan yang kompleks karena mencakup pengaturan pergerakan wisatawan dari negara asalnya, di daerah tujuan wisata hingga kembali ke negara asalnya dengan melibatkan banyak hal antara lain: transportasi, penginapan, restoran, pemandu wisata, dan lain-lain. Oleh karena itu, industri pariwisata memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata.
hotel adalah salah satu unsur yang mendukung terselenggaranya pariwisata. Menurut Spillane (1994 : 30) bahwa ada tiga pemain utama dalam industri pariwisata :
1.       mereka yang mencari kepuasan atau kesejahteraan lewat perjalanan mereka (wisatawan atau tamu)
2.       Mereka yang tinggal dan berdomisili dalam masyarakat yang menjadi alat pariwisata (tuan rumah atau penduduk setempat)
3.       Mereka yang mempromosikan dan menjadi perantaranya (bisnis pariwisata atau perantara).
Industri pariwisata telah di akui sebagai yang paling penting,dan menguntungkan,terutama di tinjau dari sudut perekonomian yang banyak mengasilkan devisa bagi negara.Di Indonesia sendiri,sektor kepariwisataan,sudah termasuk dalam Garis -Garis Besar Haluan Negara(GBHN).sebagai bagian integral dari pembangunan nasianal. Pariwisata mampu menunjang pembangunan negara karena:
1.       membantu menciptakan sekaligus menambah lapangan kerja, termasuk jasa   
hotel,angkutan,industri sandang pangan,pertanian,hiburan,cendramata,dll
2.  membantu perkembangan indutri-industri kecil seperti objek wisata,restoran,tempat hiburan,dan objek-objek lainnya.
3.  pariwisata memungkinkan terjaganya kelestarian alam serta kebudayaan.
4.  menumbulkan rasa sling mengenal serta  arga-mengargai antar bangsa,sehingga dapat mempererat hubungan antar manusia yang cinta damai.
Dalam industri pariwisata, hotel bukan satu-satunya bentuk akomodasi bagi wisatawan. Akan tetapi masih banyak jenis akomodasi lain yang dikenal dengan sebutan akomodasi tambahan (supplementary accomodation) seperti biro perjalanan wisata, restoran, operator adventure tour, operator pariwisata dll. Hotel adalah sebuah gedung / bangunan yang menyediakan penginapan , makanan dan pelayanan yang bersangkutan dengan menginap serta makan bagi mereka yang mengadakan perjalanan. Hotel merupakan bangunan akomodasi yang menyediakan kenyamanan lebih tinggi dan status tertentu bagi mereka yang menginap disitu.
Selain dalam industri pariwisata hotel juga memiliki peranan penting dalam pembangunan negara yakni meningkatkan industri rakyat , menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, membantu usaha pendidikan dan latihan , meningkatkan devisa negara, meningkatkan pendapatan daerah dan negara serta meningkatkan hubungan antar bangsa.
Demikianlah pembahasan singkat  tentang Fungsi Hotel dan Peranan hotel dalam industri pariwisata serta dalam menunjang pembangunan negara. Semoga bermanfaat!

Sabtu, 10 Oktober 2015

Mengetahui Hubungan Industry Perhotelan dan Pariwisata


                               Mengetahui Hubungan Industry Perhotelan dan Pariwisata
Secara umum kita mengetahui bahwa hubungan industry perhotelan dengan pariwisata saling berkaitan sangat erat. Ini tak lepas dari fakta bahwa industry perhotelan menjadi salah satu tulang punggung yang mendukung pembangunan sektor pariwisata. Banyak sekali kontribusi industry perhotelan yang berimplikasi bagi perkembangan pariwisata. Yang pertama adalah sebagai salah satu tolok ukur keperhasilan suatu daerah dalam mempromosikan atau mengundang wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Suatu daerah tujuan wisatawan tentunya akan dikunjungi oleh wisatawan dan wisatawan tentu saja membutuhkan tempat menginap dan disinlah peran hotel sebagai tolok ukur untuk mengetahui seberapa banyak wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut.
Pada dasarnya ada tiga indikator di industry perhotelan yang menjadi tolok ukur untuk mengetahui kesuksesan dalam mendatangkan wisatawan ke daerah tujuan wisata. Ketiga indikator tersebut adalah jumlah wisatawan, lama tingal wisatawan dan tingkat hunian hotel. Jumlah wisatawan yang menginap di hotel memang mengindikasikan jumlah wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut namun itu belum cukup karena kita perlu mengetahui lama tinggal wisatawan juga.
Lama tinggal wisatawan sangat berperan penting sebagai indikator untuk mengetahui seberapa tertarik para wisatawan terhadap daerah yang dikunjunginya. Semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah maka ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut memang diminati oleh wisatwan. Prosentase atau tingkat hunian hotel juga berperan penting sebagai indikator kesuksesan hotel dalam menjual kamarnya. Semakin tinggi tingkat hunian berarti semakin banyak jumlah kamar yang bisa dijual.
Lebih jauh lagi hubungan industry perhotelan dengan pariwisata adalah dari sisi ekonomi dan ini bisa dilihat dari ketiga indikator tersebut. Semakin tinggi jumlah wisatawan yang berkunjung maka semakin banyak spending atau belanja wisatawan di suatu daerah, entah untuk menginap, berbelanja, kuliner, transportasi dan lain sebagainya. Lama tinggal wisatawan juga berkontribusi bagi pendapatan daerah, semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah maka semakin banyak uang yang dibelanjakan dan berputar didaerah tersebut. Demikian juga dengan tingkat hunian, semakin tinggi tingkat hunian hotel berarti semakin banyak jumlah kamar yang terjual yang artinya semakin banyak pula pajak yang dibayarkan kepada daerah tersebut.
Secara umum hubungan industry perhotelan dengan pariwisata didominasi oleh kepentingan finansial dimana pihak hotel mendapatkan keuntungan dari jumlah wisatawan yang menginap untuk berkunjung ke daerah tersebut. Di satu sisi daerah tersebut juga mendapatkan kontribusi pajak yang dibayarkan oleh pihak hotel. Dari sejumlah pajak yang dibayarkan tersebut tentu saja dapat digunakan untuk membangun daerah tersebut khususnya untuk mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut sehingga dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan.

Jumat, 09 Oktober 2015

My First Post

Assalamualaikum,,,,,
Sebelum saya panjang lebar mengenai post2 blog saya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.....Nama saya Imas Yuliastika usia saya 17 thn. Saya kls XII APH di SMK Perhotelan, Saya menulis blog ini semata2 untuk berbagi pengalaman dan cerita saya dengan anda-anda sekalian.
semoga post2 saya kedepannya dapat bermanfaat dan tidak bosan jika membaca post-post blog saya amiiinnnn...mungkin pengenalannya cukup sekian dan terima kasih.